PERTEMUAN TEKNIS DALAM RANGKA PENINGKATAN PERAN LABORATORIUM DALAM PERCEPATAN ELIMINASI TB DAN MALAR

By Ali Muhtarom 06 Mar 2020, 21:02:02 WIB Laboratorium Kesehatan
PERTEMUAN TEKNIS DALAM RANGKA PENINGKATAN PERAN LABORATORIUM DALAM PERCEPATAN ELIMINASI TB DAN MALAR

Keterangan Gambar : Pelatihan TBC


Silakan Download FIle Materi disini

Eliminasi TBC dan malaria merupakan upaya pemerintah didalam menghentikan penularan TBC dan malaria dalam satu wilayah geografis tertentu, hal ini bukan berarti tidak ada kasus sama sekali sehingga di dalam pelaksanaannya tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali. Kegiatan Eliminasi dilakukan secara menyeluruh dan terpadu oleh Pemerintah, Pemerintah daerah serta mitra kerja yang terkait, selain itu program eliminasi juga dilakukan secara bertahap sesuai dengan pentahapan dan berdasarkan situasi serta sumberdaya setempat.


Target eliminasi TBC tahun 2030 yaitu insiden menurun sebesar 80% dan mortalitas 90 % dan diharapkan Indonesia bebas TBC tahun 2050. Eliminasi Malaria di Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat, terbebas dari penularan malaria secara bertahap sampai tahun 2030 dengan target adalah annual parasite incidence (API) di bawah 1 per 1.000 penduduk, tidak terdapat kasus malaria pad a penduduk lokal yang tidak pernah bepergian, dan adanya pengamatan ketat keluar-masuknya penduduk di wilayah terkait. Untuk menghadapi tantangan tersebut pemerintah memerlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan. Pembiayaan alternatif yang memungkinkan kombinasi Negara dan donor atau sumberdaya swasta harus dieksplorasi bersama di antara para pelaku yang berbeda serta mendorong rencana aksi daerah dalam pembiayaan melalui APBN maupun APBD.
Saat ini Indonesia berada pada ranking ke 3 kasus TBC dunia dan ranking ke 7 untuk kasus TBC MOR dan API masih tinggi di daerah kantong malaria dengan cakupan pemeriksaan masih rendah. Beban dan dampak penyakit tersebut akan menyebabkan berkurangnya pendapatan nasional. RPJMD Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018-2023 menyebutkan bahwa salah satu misinya adalah menjadikan rakyat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar. lebih berbudaya dan mencintai lingkungan dengan sasaran menurunnya angka kesakitan dan kematian. Di dalam mewujudkan hal tersebut Dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah memiliki program pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh unit-unit pelaksana teknis milik Dinas Kesehatan. Dimana keberhasilan programnya dinilai melalui capaian indikator program di setiap tahun.
Balai Laboratorium Kesehatan Dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 memiliki target capaian indikator program pelayanan kesehatan, yaitu capaian kabupaten/ kota dengan 100 % fasilitas kesehatan primer, rujukan dan faskes lain yg terakreditasi sebesar 28,57 % dan Proporsi kabupaten/ kota dengan pelayanan kesehatan rujukan sesuai ketentuan sebesar 36%.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Balai Laboratorium Kesehatan Dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam upaya mendukung program pelayanan kesehatan adalah dengan menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan dengan berperan sebagai Laboratorium Rujukan Provinsi (LRP) pemeriksaan uji silang mikroskopis BT A dan sediaan malaria serta sebagai rujukan pemeriksaan biakan/ kultur TBC Provinsi Jawa Tengah.
Capaian indikator program TBC Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 masih dibawah target indikator nasional yaitu Success Rate (SR) 83,9 % dan Case Notification Rate (CNR) 211 /100.000 penduduk, CDR 7 4 %, serta capaian partisipasi faskes yang mengikuti uji silang TW 1 tahun 2019 sebanyak 80 % dan TW 2 tahun 2019 sebanyak 85 % (data Kemenkes RI per 30 September 2019) terjadi kenaikan partisipasi uji silang dari tahun 2018 dengan rata-rata cakupan sebanyak 64 %. Sedangkan capaian indikator untuk malaria sudah mencapai target nasional atau yaitu 0,023 per 1000 penduduk (data dari Profil Jateng 2018), tetapi malaria masih menjadi masalah kesehatan di Provinsi Jawa Tengah diperlukan tata laksana yang tepat untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus atau KLB.
Berdasarkan data tersebut diatas laboratorium mempunyai peranan panting dalam penegakkan diagnosa kasus TBC maupun malaria. Oleh karena itu kualitas hasil pemeriksaan laboratorium harus terpantau mutunya dan menjadi prioritas serta mengoptimalkan pembinaan baik manajemen maupun tehnis. Dengan meningkatnya mutu pelayanan diharapkan akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang akan berdampak pada tercapainya angka arapan hidup sesuai dengan IKU angka harapan hidup Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebesar 74,09% serta naiknya angka kepuasan masyarakat sebesar 79 %.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 mengalokasikan kegiatan pertemuan teknis dalam rangka peningkatan peran laboratorium dalam percepatan eliminasi TBC dan malaria yang bersumber dari anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2020.